alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil ambiya iwal mursalin sayyidina muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajma'in wujud syukur kita kehadirat allah subhanahu wa ta'ala shalawat dan salam kita senantiasa keharibaan baginda rasulullah shallallahu alaihi wasallam beserta keluarga dan sahabat beliau kemudian ingatan takzim kita senantiasa keharibaan karena sisi tidak tarekat naqsyabandiyah khususnya ayah guru buya dan abu abang-abang dan kakak-kakak, saudara-saudari se-kampung halaman kita sekarang berwirid sebutlah ditempat wirid semipermanen kenyataannya ya kita tetap bisa berwirid dengan baik tetap bisa beraktivitas dengan baik tetap bisa melakukan hal-hal yang selama ini kita lakukan namun dalam skala yang lebih terbatas sebenarnya tidak ada yang berubah hanya skala saja, bukan skala sebetulnya aktifitas kita sebahagian teralihkan atau aktivitas kita sebahagian teralihkan begitu istilah yang tepat sebenarnya ya kalau kita renungkan, katakanlah ya nanti kita mendapat tempat wirid yang permanen, pada hakekatnya itupun semipermanen semua hal di dunia ini semipermanen tidak ada hal yang permanen di dunia ini yang permanen nanti di kampung akhirat makanya sekampung, apakah maksudnya ini sama-sama berasal dari medan atau maksudnya sama-sama berasal dari akhirat saya pikir ya, saya teringat yang dibilang yang mulia abu semua hal dalam hidup ini sebetulnya tidak pernah settle, settle ini bahasa inggris artinya tuh tidak pernah duduk tidak pernah diam tidak pernah mencapai situasi idealis tidak pernah selesai masalah ini datang masalah itu baru selesai kemarin gotong royong membangun aula membangun kelas membangun kamar mandi menambah daya listrik membangun menambah ac mengganti sound mengganti kipas mengganti karpet dan seterusnya ya tiba-tiba situasi berubah sebetulnya bukan hanya dikehidupan bersurau ya kehidupan pribadi pun seperti itu ya baru selesai bangun rumah tiba-tiba rumahnya kebakaran ada yang diet mudah-mudahan tidak ada diantara kita yang begitu ya diet dia mati-matian dan turun beratnya bagitu turun beratnya udah bangga dia kan mau beli baju baru tahu-tahu toko pakaiannya kebakaran atau apapun "di dunia ini tidak pernah ada hal yang benar-benar siap" kata yang mulia abu "oleh karena itu mari putuskan" kata abu "itu dari sekarang" kita kalau mau diikut-ikutkan ya, "puas" itu tidak pernah ada dan memang tidak pernah ada puas oleh karena itu bersyukur aja mulai dari sekarang makanya saya sering bilang ya mari kita mensyukuri semuanya dengan alasan apapun dan dengan cara apapun karena memang hal ini patut disyukuri yang pertama ya sebuah fakta semua hal semua hal di dunia ini semi permanen, yang permanen akhirat yang kedua mari kita sadari sisi positifnya ya dan sebetulnya kalau kita melihat dari sisi positifnya segala sesuatu banyak hikmah dari hari kehari banyak hikmah baru yang kita tidak sadari sebelumnya ya jadi sebetulnya ya semakin hari kita akan semakin melihat betapa banyak hikmah hikmah dan sebetulnya pelajaran yang betul-betul nyata bagi kita bahwa tidak ada hal di dunia ini yang permanen makanya ya saya piker salah satu syarat hidup di dunia ini ya bersedia kehilangannya kehilangan apapun kalau kita meminjam surat al-baqarah ayat 216 ya jangan mengira beriman sebelum diuji dengan kekurangan buah-buahan kecemasan atau kekurangan jiwa saya pikir ya kalau ingin hidup bahagia ya di dunia ya syaratnya bersedia kehilangan kenapa begitu karena pada hakekatnya kita memang tidak memiliki apapun semua yang ada itu hanya status hak pakai ya tidak ada sertifikat hak milik di dunia ini semuanya hak guna bahkan diri kitapun bukan milik kita kita menyangka tangan kita milik kita, ternyata tangan kita bukan milik kita ya kita menyangka anak kita milik kita ternyata bukan milik kita sering dibilang titipan-nya diri kitapun titipan-nya kita apakan diri kita ini mulut kita titipan kita apakan mulut kita ini pikiran kita ini titipan pikiran kita kita apakan semua kita tidak memiliki sesuatu kita ini sebenarnya faqir di hadapan allah ta'ala oleh karenanya ya karena memang fakir ya hidup saja seperti fakir ya begitu, itu yang pertama dan yang kedua sekali lagi ya tidak ada yang permanen semua semi permanen di dunia ini jadi kejar saja yang permanennya kejar saja yang negeri akhirat itu yang lebih baik yang lebih indah ya bagaimana mengejarnya sudah tahu kita caranya sudah sering kita mendengar yang dibilang yang mulia abu dan seterusnya ya jadi saya mengajak kita melihat dari kacamata ini dan bagi orang-orang ya yang bisa melihat kehidupan dengan kacamata ini ya saya pikir tidak ada kesedihannya meminjam kalimat allah subhanahu wa ta'ala pada surat al-baqarah surat 2 ayat 112 "bagi orang yang beriman berbuat kebaikan dan berserah diri tidak ada kesedihan" dan pada level tertentu ketika kita sudah sangat beriman ya atau seseorang itu sangat beriman sangat berbuat baik dan sangat berserah diri kepada allah dia masuk pada tahapan berikutnya surat yunus ayat 62 surat 10 ayat 62 "wali-wali allah itu tidak ada kesedihan bagi mereka" jadi sebenarnya sangat jelas ya yang mulia abu ini mengajak kita menjadi orang yang tidak sedih kalau kita memandang dunia ini seperti tadi ya semuanya semipermanen kita memandang kita ini seorang fakir ya semuanya hak guna ya tidak ada kehilangan sesungguhnya tidak ada ke sedihan dengan kacamata ini sebut sebenarnya sangat nampak yang mulia abu itu mengajak kita untuk bersyukur untuk bahagia dan kalau mau kita pahami lebih jauh tidak masalah yang sebenarnya yang mulia abu mengajak kita semua menjadi wali allah, memang begitu jadi saya pikir ya, sangat jelas apa yang kita yakini dan akan kita kerjakan ya alhamdulillah saya pikir kita harus banyak-banyak bersyukur ya atas alasan apapun dengan cara apapun mari kita merayakan segala hal, segala hal bahkan hal-hal yang aneh untuk dirayakan sekalipun kita merayakan rutinitas merayakan semuanya dengan mempersembahkan karya-karya pengabdian-pengabdian terbaik kepada allah subhana wa ta'alla saya pikir ya mungkin itu saja sementara yang terpikir oleh saya terima kasih mohon maaf assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh