MASA AWAL KEDEWASAAN

Perkembangan hidup manusia pada umumnya melalui 3 tahap sebagai anak, remaja, dewasa. Dari masing-masing tahap dibagi lagi sub bagian masing-masing tahap, dan ketika Isa kembali ke nasaret pada umur 30 tahun sampai umur 33 tahun kami katagorikan tahap dewasa tetapi masih dalam transisi dari remaja menuju dewasa yang disebut sub tahab Awal Kedewasaan. Sebagaimana yang diberitakan Al Qur’an pada Al Maidah ayat 110 tentang mu’jizatnya yaitu berbicara di waktu dewasa, dalam ayat tersebut tertulis Kahlan yang berarti dewasa. Dan segala mu’jizat itu telah terjadi maka dapat diartikan bahwa Isa telah memasuki masa dewasa sebelum diangkat ke langit. Lalu apakah yang dimaksud mu’jizat dalam pembicaraan Isa ketika dewasa? Al Quran adalah kitab suci yang juga berarti Kalamullah (Perkataan Allah), Al Quran disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Tetapi ada perkataan Allah yang disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu pada saat Mi’roj percakapan Allah dan Nabi Muhammad adalah secara langsung tanpa perantara Jibril. Dalam hal Isa, Kalamullah inilah yang dimaksud mu’jizat dalam arti segala perkataan Isa adalah Kalamullah atau Kitab Suci. Hal ini akan cocok dengan pernyataan Allah tentang mu’jizat Isa diajarkan Allah menulis Hikmah, Taurat, dan Injil. Kitab Suci Hikmah adalah perkataan Isa ketika ia berkelana di India, Kitab Suci Taurat adalah perkataan Isa mulai kecil seperti perdebatan dengan imam di Baitullah sampai kunjungannya ke sungai Yordan untuk bertemu Yahya bin Zakariyya yang tentunya membahas ajaran Allah yaitu syariat yang dibawa oleh para nabi sebelumnya. Dan Kitab Suci Injil adalah perkataannya ketika ia mulai berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Setelah menempuh perjalanan panjang di India sebelum Isa kembali ke Nasaret dan tinggal bersama ibunya, Maryam. Isa bertemu dengan Yahya di sungai Yordan. Dikisahkan dalam Al Kitab bahwa kedatangan Yesus dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis (Yahya as) yang membaptis Yesus di Sungai Yordan. segera setelah pembaptisan, Roh Allah, seperti seekor merpati, hinggap pada Yesus, dan suara Allah terdengar, Roh membawa Yesus ke padang gurun di mana dia berpuasa selama 40 hari. Di sana, Ia dicobai Iblis, tetapi berhasil menangkal bahkan mengusir Iblis. Kemudian Yesus pergi ke Galilea, menetap di Kapernaum, dan mulai memberitakan tentang Kerajaan Allah, pada umur sekitar 30 tahun, hal ini tercatat dalam Injil Metius 3 : 13-17 dan 4 : 1-14. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. (Metius 3 : 13) Kata “Yesus dari Galilea” diatas dapat diartikan bahwa Yesus adalah seorang yang berasal dari Galilea, bukan Yesus berangkat dari Galilea ke Yordan. Galilea adalah nama propinsi sedangkan kota tempat tinggal keluarga Yesus bernama kota Nasaret, jika ia berangkat dari nasaret tentulah ayat ini akan berbunyi “Maka Yesus berangkat dari nasaret ke Yordan untuk dibabtis oleh Yohanes”. Dalam ayat-ayat sebelumnya pun tidak diterangkan keberadaan Yesus, kecuali ketika ia kembali dari Mesir dan tinggal di Nasaret pada waktu masih kecil setelah kematian Herodes. Perihal tentang pertemuan Yahya bin Zakariyya dengan Isa di sungai Yordan ini ada sebagian muslim yang membenarkannya, akan tetepi apa yang dilakuakan mereka tidak dapat diyakini kebenarannya secara utuh. Banyak umat muslim terkecoh dengan cerita ini sehingga menganggap bahwa ketika pembaptisan tersebut barulah nabi Isa dikukuhkan oleh Allah SWT melalui Yahya sebagai Rasul, sehingga memunculkan cerita bahwa kisah pernyampaian wahyu Allah atau dalam Islam disebut dakwah kenabian Isa as dimulai setelah peristiwa tersebut, inilah keyakinan yang berakar dari Al Kitab (versi Paulus) yang mengatakan bahwa Masa Pelayanan Yesus adalah semenjak Pembaptisan tersebut. Sedangkan telah jelas dinyatakan dalam Al Quran bahwa Isa menjadi nabi semenjak lahir, kemungkinan peristiwa pertemuan antara Isa as dan Yahya as membahas tentang Taurat karena Ayah Yahya as adalah Zakariyya as yang termasuk imam besar Yahudi di Yerusalem pada saat itu. Setelah pertemuan itu Isa pergi ke Baitullah di Yerusalem, dalam perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang berpenyakit kusta, orang itu mengetahui melalui fillingnya bahwa yang ia temui adalah seorang nabi, maka orang tersebut meminta kesembuhan kepadanya. Isa menjawab agar ia berdoa meminta kesembuhan kepada Allah SWT, maka orang tersebut meminta sekali lagi untuk didoakan Isa kepada Allah atas kesembuhan penyakit yang ia derita. Kemudian Isa bersedia mendoakan seraya menyentuh orang yang sakit itu dengan tangannya. Ketika selesai berdoa, seketika penyakit tersebut langsung sembuh, sehingga dengan rasa gembira orang tersebut berlarian dan berteriak bahwa seorang nabi telah datang sehingga kabar tersebut secara cepat terdengar di Yerusalem. Seluruh penduduk kota Yerusalem bergoncang dan mereka berlarian pergi ke Baitullah untuk melihat Isa yang sedang melakukan peribadatan yang telah diperintahkan Allah kepadanya. Melihat banyaknya pengunjung yang ingin mendengarkan perkataan Isa, maka para imam mempersilahkan Isa untuk menyampaikan pidato dan kemudian Isa naik ke mimbar seraya menyampaikan Pesan Tuhan (Injil) untuk pertama kali. Kisah ini diterangkan dalam Injil barnabas pasal 11 dan 12. Hal serupa juga diterangkan dalam Al Qur’an secara global tentang mu’jizat yang diberikan Allah kepada Isa menyembuhkan penyakit kusta dan berbicara di waktu dewasa. Setelah Isa mendengar bahwa Yahya ditangkap, ia pergi dari Yerusalem ke Galilea tetapi tidak langsung pulang ke Nasaret. Isa menyusuri sungai yordan dan sampai di tepian Danau Galilea, ia bertemu dengan Simon Peter (Petrus) dan Andrew (Andreas) yang sedang menjaring ikan, maka diajaklah mereka mengikuti Isa, kemudian Isa bertemu John (Yohanes) dan James (Yakobus) anak dari Zebedee, keduanya mengikuti Isa. Setelah berdakwah di Siria ia menyebrang ke Galilea dan pulang ke kotanya di Nasaret bersama pengikutnya di Siria. Kemudian Isa berdakwah di tempat asalnya sebagaimana tercatat dalam Injil Matius berikut : 54. Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? 55. Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56. Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" 57. Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." (Matius 13 : 54-57) Disinilah orang-orang nasaret takjub dan heran akan kedatangan misterius Isa yang telah lama meninggalkan kampung halamannya, tiba-tiba datang membawa ajaran baru sehingga orang-orang mempertanyakan tentang pribadinya dan keluarganya. Di ayat sebelumnya juga diterangkan bahwa ketika Isa berdakwah di Nasaret, ada seorang yang buta sejak dalam lahir disembuhkan Isa, inipun juga disebutkan dalam Al Qur’an. Seperti Nabi atau Rasul yang lain, Isa mempunyai pengikut-pengikut yang setia dan juga yang tidak setia atau yang menentang. Pengikut-pengikutnya yang setia percaya kepada Allah dan kepadanya. Mereka adalah muslim. Seperti dalam Firman Allah berikut: Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku." Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (Muslim). (Al Maidah : 111) Karena pengaruh Isa, semakin banyak manusia mengikuti ajarannya oleh karena itu, banyak pendeta-pendeta yang takut kehilangan pengaruh, kemudian mereka menghasut para pembesar-pembesar negeri mulai dari raja, sampai bawahannya untuk menyingkirkan Isa dengan tuduhan mengganggu ketenteraman, melenyapkan keamanan negeri dan akan merebut kekuasaan pemerintah.sehingga banyak dari pembesar-pembesar negeri yang takut kehilangan pangkat dan dunia mereka. Pendeta-pendeta berkumpul untuk mencari cara bagaimana membunuh Isa dan pengikut-pengikutnya. Hadir pula dalam rapat besar itu pembesar-pembesar negeri dan raja mereka. kemudian diutuslah para pasukan kerajaan untuk menangkap Isa. Isa telah mengetahui lebih dahulu rencana mereka itu. Sebab itulah Nabi Isa terus mengembara menghindarkan diri dari tangkapan mereka. Di saat yang amat krisis, diantara pengikut Isa as. yang masih kurang kuat imannya menghindarkan diri dari bahaya maut. Dan pengikut Isa as. berkurang satu demi satu. Akhirnya hanya tinggal 12 orang, yang menyanggupkan diri untuk tetap bersama Isa as. dalam keadaan yang bagaimanapun. Dalam Al Kitab Yesus memiliki 12 orang murid, yang menurut Kristen (versi Paulus) kemudian disebut rasul. Mereka adalah : Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Matius, Simon orang Zelot, Yudas Iskariot, dan Yudas anak Yakobus. Di antara kedua belas murid tersebut ada tiga orang murid yang lebih sering diajak oleh Yesus untuk menyaksikan dan belajar dari berbagai mujizat yang diadakan oleh Yesus, yakni Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes. Dan, dari ketiga murid tersebut, Yohanes merupakan murid yang paling dikasihi Yesus. (Dengan kata-kata itu Yesus menunjukkan bagaimana Petrus akan mati nanti untuk mengagungkan Allah.) Sesudah itu Yesus berkata kepada Petrus, "Ikutlah Aku!" (Yohanes 21:20). Rasul-rasul itu, yaitu Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus anak Alfeus, Simon Patriot dan Yudas anak Yakobus; (Kisah para rasul 1 : 13 ) Banyak injil lain yang dikarang-karang orang yang dihubung-hubungkan dengan nama para sahabat isa, yaitu hawariun itu, dan diantaranya dirahasiakan oleh kalangan gereja karena bertentangan dengan ajaran paulus, yang disebut sebagai bacaan rahasia, injil versi barnabas termasuk salah satu dari bacaan rahasia tersebut, dalam hal penamaan para sahabat isa pun antara versi paulus dan versi barnabas pun berbeda, hal ini sengaja dilakukan paulus untuk menyamarkan keberadaan sejarah dan kebenaran yang ada sehingga menyebabkan kerancuan dan ketidak jelasan (tidak otentik). Dalam versi Barnabas kedua belas murid Isa tersebut adalah Andrew dan Peter penjaring ikan, Barnabas, Matthew pemungut bea cukai pajak. John dan Jemes putra Zebedee, Thaddaeus dan Yudas, Bartholomew dan Philip, James dan yudas Iskariot (pasal 14). Dari kedua versi ini dapat dilihat perbedaan 12 nama para sahabat isa sebagai berikut : No Versi Paulus Versi barnabas keterangan 1 Andreas, dan Simon Petrus Matius (injil) Yohanes (injil) Yakobus Bartolomeus, Filipus, Yudas Iskariot Andrew dan Peter penjaring ikan, Matthew John Jemes Bartholomew dan Philip, Yudas Iskariot. penjaring ikan danau Galilea penjaring ikan danau Galilea pemungut cukai dan pajak putra Zebedee/Zebedeus putra Zebedee/Zebedeus 2 Yudas anak Yakobus Yakobus anak Alfeus, Simon orang Zelot, Tomas, Thaddaeus dan Yudas James adik isa adik isa 3 Yusuf (bukan rasul) Yohanes Markus (injil) Barnabas, dari cyprus Pada tabel diatas, kolom 1 nama-nama yang disebutkan Paulus dan barnabas sama, tetapi pada kolom 2 dan 3 pendapat mereka berbeda, versi paulus Yudas anak Yakobus atau Tadeus adalah Yudas adik Yakobus bin Yusuf (tukang kayu) saudara isa, sedangkan versi barnabas Tadeus atau Thaddaeus adalah Yakobus bin Yusuf (tukang kayu), dan Yudas adik Yakobus masuk dalam ke 12 sahabat isa, ini berarti paulus menyembunyikan nama Yakobus saudara isa yang disebutkan dalam ayat al kitab berikut ini : "Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita?" (Matius 13: 55-56) Yakobus yang disebut Thaddaeus/Tadeus, Yudas adik isa sebenarnya telah berusia cukup dewasa untuk mengikuti perjuangan dakwah isa sehingga mereka berdua termasuk dalam ke 12 Hawariun. Tetapi hal ini telah diingkari oleh paulus yang mengaku sebagai sahabat ke 13. Sedangkan Yusuf (Yoses) dan Simon yang disebut anak klopas (saudara yusuf si tukang kayu) masih belum cukup umur untuk berjuang mengikuti isa berdakwah, diperkirakan baru berumur 15 dan 12 tahun saat isa kembali ke Judea. Pada kolom 2 versi paulus nama Yakobus anak Alfeus, Simon orang Zelot dan Tomas berbeda dengan yang disebutkan barnabas, barnabas tidak menyebutkan Simon dan Tomas, tetapi hanya menyebut James yang bernama sama dengan Yakobus anak Alfeus sehingga nama Simon dan Tomas kebenarannya dapat diragukan, sehingga disebut dalam kisah perjalanan Yudas Iskariot yang berwajah mirip Isa ke Kasmir berangkat bersama Tomas. Dan pada kolom 3 menurut paulus nama Yusuf yang kemudian disebut Barnabas (kisah para rasul 4:37) dan Yohanes Markus yang menulis Injil Markus dianggap bukan salah satu dari ke 12 rasul, sehingga menjadi rancu ketika sekarang gereja mengakui bahwa Injil Markus ditulis pertama dan menjadi acuan kedua injil berikutnya (Injil Matius dan Lukas) sedangkan paulus tidak mengakui kedekatan Yohanes Markus dengan isa. Terlepas dari berbagai kerancuan nama para sahabat isa yang disebutkan diatas yang pasti pengikut-pengikut yang setia kepada isa, mereka menjadi penolong-penolong bagi Allah. Sebagaimana Firman-Nya: Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (Ali Imron : 52) Begitu juga bagi pengikut-pengikut setia Nabi-Nabi lain, termasuk Muhammad. Semuanya menjadi penolong-penolong Allah, untuk melaksana dan menyampaikan kabar/pesan-Nya. Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (As Shaf : 14) Isa dan pengikutnya tiba disuatu daerah padang pasir yang tandus dan kering, jauh dari desa dan kampung, tidak ada manusia dan rumah, sedang persediaan air dan makanan sudah habis. Walau bagaimana pun, pengikut-pengikut Isa yang setia memerlukan bukti untuk membenarkan akan kebenarannya dan supaya hati mereka menjadi tenteram. Untuk itu mereka memohon sebuah meja hidangan dari langit, maka setelah Isa memohon kepada Allah SWT, makanan yang lazat turun dari langit dan makanan itu segera mereka santap bersama-sama. Kejadian itu tersiar pula kemana-mana menambah iman orang yang beriman dan menambah dengki musuh-musuh mereka. Mu’jizat ini dikisahkan dalam Al Qur’an: (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?." Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman." Dia (Isa) berkata, 'Kamu takutilah Allah, jika kamu orang-orang mukmin.' Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." (Al Maidah : 112-113) Kemudian, Isa memohon kepada Allah, Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama." (Al Maidah : 114) Allah mengabulkan permintaannya Isa, dan meja hidangan yang turun menjadi mukjizat bagi Isa. Sehingga hal ini menjadi nama dari sebuah surat di dalam Al Qur'an, yaitu surat kelima, Al Maidah yang berarti hidangan makanan. Isa juga memberitahu tentang kedatangan seorang rasul setelah beliau, yang namanya akan dipuji. Ayat yang mengisahkannya berbunyi : Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata. (As Shaf : 6) Sedangkan yang disebutkan di dalam Taurat dan Injil ialah berita mengenai kedatangan seorang nabi berbangsa Arab, yaitu kata Nabiyyil Ummiyi terdapat dalam surat Al A’rof ayat 157, dan janji diberikan surga bagi orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam surat At Taubah ayat 111, juga didapati di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi. Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi. Ayat-ayat yang dimaksud adalah :  Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.  Habakuk 3:3 . Ulangan 33:1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.  Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.  Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.  Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.  Yeremia 28:9, tentang nabi yang membawa damai.  Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.  Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.  Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan "Penolong yang lain" dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar “penghibur”' dan “al-amin/orang benar jujur terpercaya”, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.