Isyarat yang dikabarkan dalam Al-Qur’an dan Hadis (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menarik jiwamu (mu-tawaffi-ka) dan mengangkat kamu (wa rafi’uka) kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hAl hal yang selalu kamu berselisih padanya. (Ali Imran 3 : 55) Allah menyebutkan bahwa sekelompok pengikut sejati Isa akan mengatasi orang-orang kafir hingga hari kebangkitan. Namun sampai kini kelompok itu belum ada. Isa tidak memiliki banyak pengikut selama kehadirannya di bumi dan dengan kenaikannya agama yang dibawanya segera meluntur, saat ini agama nasrani telah demikian bergeser dari keadaan aslinya hingga tak lagi menyerupai ajaran Isa. Pada masa sekarang agama nasrani telah menganut keyakinan kacau bahwa Isa itu anak tuhan dan memiliki keyakinan tahyul tentang trinitas yang mewakili tuhan bapa, tuhan anak dan roh kudus. Dalam hal ini ayat “dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu diantara orang-orang kafir hingga hari kiamat” membawa pesan yang jelas. Mereka yang sungguh-sungguh mengikuti Isa akan muncul ketika ia kembali ke bumi. Dan akan mengungguli para kafir sampai hari kiamat. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (An Nisaa 4 : 159) Ulama-ulama muslim setuju bahwa kata ”kepadanya” merujuk pada Isa sebab dipakai untuk mengacu kepadanya (Isa) dalam ayat-ayat sebelumnya. Ada yang patut dicatat dalam ungkapan “sebelum kematiannya” dan yang dirujuk disini adalah kematian Isa. Akan tetapi Isa belum mati, melainkan diangkat ke hadapan Allah. Dan untuk mati Isa harus kembali dan hidup di bumi, karena itulah ayat-ayat ini menyusun petunjuk tak terbantah bahwa Isa akan kembali ke bumi. Ayat ini juga mengungkapkan bahwa semua penganut agama samawi akan beriman kepada Isa. Dan ini belum terjadi. Namun dimasa depan ketika Isa turun ke bumi ahli kitab akan melihat dan mengenalinya, menaatinya sebagai muslim dan Isa akan bersaksi bagi mereka di akhirat. Juga diungkapkan dalam satu hadist Nabi SAW bahwa ketika Isa kembali Isa memimpin tidak dengan injil melainkan dengan Al-Qur’an Ia akan mengajakmu menurut Kitab Tuhanmu dan sunnah Nabimu. (Shahih Muslim) Isa As akan diakui sekalipun fakta bahwa ia tidak berkerabat dan tak seorang pun mengenalnya. Dalam Surat Ali Imran ayat 45 Allah memberitahu kita bahwa Isa seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Jadi seperti Nabi-Nabi lainnya Isa akan dikenali orang-orang sekitarnya dari kemuliaan dan kecemerlangan yang tampak hanya kepada orang-orang pilihan Allah. Mereka yang melihatnya akan mengakuinya pada pandangan pertama dan tak ada keraguan akan hal ini di dalam hati mereka. Selain itu ada unsur-unsur lain yang menyingkapkan jati dirinya tanpa keraguan, salah satunya adalah kenyataan bahwa ia tak berkerabat, berkeluarga atau kenalan di bumi. Tak ada orang yang tampil dan berkata aku telah mengenalnya dulu, aku bertemu dengannya ketika… , orang-orang inilah keluarga dan kerabatnya. Karena mereka yang mengenalnya sudah hidup dan mati dua ribu tahun lalu. Tiada keraguan bahwa syarat ini akan membatalkan pengakuan tanpa dasar para al-masih palsu yang tampil dari waktu-ke waktu. Sebab sangat tak masuk akal bagi seorang yang menghabiskan masa kecilnya diantara manusia dan sejak itu dikenal banyak orang untuk mengaku-ngaku sebagai Isa. Di lain pihak ketika Isa kembali ke bumi akan tiada keraguan akan jati dirinya, tak seorangpun beralasan untuk berkata orang ini bukan Isa. Sebab Isa akan kembali dengan tubuh yang sama dengan saat diangkat ke hadapan Allah. Menyandang pakaian yang sama dan berciri-ciri istimewa yang tak mungkin ditiru oleh manusia. Bukti-bukti yang jelas diungkapkan dalam Al-Qur’an dan perkembangan yang terjadi di bumi memberikan kabar paling baik dan suci. Maka pastilah Isa akan kembali di bumi di akhir masa dan memimpin kepada islam agama sejati. Inilah kabar baik bagi seriap orang di bumi dan sumber kesenangan dan semangat. Kedatangan Isa adalah rahmat dari Allah bagi umat manusia, karena dengan kedatangan itu semua kekacauan di bumi aka berakhir, nilai-nilai akhlak Al-Qur’an akan berjaya dimana-mana dan suatu masa yang paling jaya dalam segala segi akan berawal. Maka yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri bagi hari agung itu dengan cara sebaik mungkin dan menyambut kembalinya sang Nabi suci sebaik-baiknya. Dari berbagai referensi mulai dari Al Qur’an, Alkitab, Para Ahli Teologi, Arkeolog dan Sejarah telah menjabarkan perjalanan Isa sehingga menyumbangkan berbagai kajian yang menuju kepada titik terang akan pertanyaan-pertanyaan yang selama berabad-abad ini belum terjawab sampai menjadikan kontroversi dari berbagai pihak khususnya dari berbagai penemuan-penemuan baru pada abad sekarang ini, hal ini tentulah merupakan suatu pertanda kebenaran akan banyak tampak di akhir zaman sehingga akan munculnya sebuah kebenaran yang mutlak 100% jelas yaitu pertanda turunnya Isa ketika beliau sendiri yang menerangkan tentang apa yang menjadi kisah hidupnya yang tentunya semua umat sedunia menunggunya untuk turun kembali sebagai juru selamat atas segala kekacauan yang menimpa di dunia dan menghancurkan siapa saja yang telah membuat kekacauan di dunia. Sehingga datanglah zaman kemakmuran yang menyelimuti seluruh permukaan bumi. Kemudian muncul pertanyaan, jika Isa turun di abad ini bagaimana manusia sekarang mengenali Isa sedangkan beliau hidup pada 20 abad yang lalu, bahkan menurut umat islam para prajurit romawi tidak bisa mengenali wajah Isa, sehingga yang disalib adalah Yudas Iskariot. Begitu pula 14 Abad yang lalu Rasulallah pernah bersabda “Bagaimana kalian, jika diturunkan Isa Ibnu Maryam ditengah-tengah kalian, sedangkan imam kalian dari kalangan kalian? (HR. Bukhari dan Muslim).” Bagaimana dan kapan Isa turun ke Bumi Dari An Nawwas bin Sam'an berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada di sekelompok pohon kurma. “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba 'Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za'faran) [Syarh Shahih Muslim, 18/67] seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. ... (HR. Muslim no. 2937) Yang dimaksud menara putih sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Beliau berkata, “Aku telah melihat di beberapa kitab bahwa sebenarnya turun Isa bin Maryam adalah di menara putih yang terletak di sebelah timur Jaami’ Damaskus. Inilah riwayat yang benar dan lebih kuat. Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya Isa turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, maka itu hanya ungkapan perowi saja dari apa yang ia pahami. Yang benar, di Damaskus tidak ada menara yang dikatakan di sebelah timurnya. Yang ada hanyalah menara yang ada di sebelah timur Jaami’ Al Umawi. Inilah penyebutan yang lebih tepat. Karena ketika Nabi Isa turun, maka akan ditegakkan shalat.” [An Nihayah fil Fitan wal Malahim, Ibnu Katsir, 1/66, Mawqi’ Al Waroq] Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas'ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940) Sedangkan dalam riwayat Abu Daud yang telah disebutkan, “Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.” (HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dalam riwayat Ahmad, dari ‘Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian 'azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud." Sesekali Abu Daud berkata, "Hingga Dajjal datang (tiba) di palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa ‘alaihis salam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR. Ahmad, 6/75. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya hasan) Dalam riwayat pertama dan lainnya seolah-olah bertentangan. Pada hadits pertama dikatakan bahwa Nabi Isa tinggal di muka bumi selama 7 tahun (namun tidak secara tegas) dan hadits kedua dikatakan 40 tahun. Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi Isa tinggal di muka bumi selama 40 tahun. Namun dalam Shahih Muslim disebutkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa beliau menetap selama 7 tahun. Seolah-olah di sini ada yang rancu. Maka kita bisa maknakan bahwa maksud beliau tinggal di muka bumi selama tujuh tahun adalah waktu tinggal setelah beliau turun ke muka bumi (sebelumnya diangkat ke langit). Sedangkan sisanya adalah waktu beliau menetap di muka bumi sebelum diangkat ke langit. Oleh karena itu dari sini kita dapat mengatakan bahwa umur Nabi ‘Isa adalah 33 tahun (sebelum beliau diangkat ke langit), inilah yang masyhur.” [An Nihayah fil Fitan wal Malahim, 1/66] Namun apa yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dengan jalan mengkompromikan riwayat yang ada disanggah oleh As Safarini. As Safarini menjelaskan, “Hadits ‘Aisyah yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya yang menyatakan, “Isa akan membunuh Dajjal, lalu akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun”, hadits tersebut sama sekali tidak bermasalah. Al Baihaqi pun berpegang dengan riwayat yang menyatakan bahwa Isa akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun. Sebagaimana pula dinukil dari As Suyuthi, beliau pun menguatkan salah satu pendapat (dan bukan lewat jalan kompromi). Karena jika ada tambahan penjelasan dari perowi yang tsiqoh (ziyadah tsiqoh) tentu saja bisa dijadikan argumen. Mereka yang menyatakan bahwa setelah Isa turun akan tinggal selama 40 tahun berpegang dengan riwayat yang banyak, sehingga mereka mendahulukannya dari riwayat yang dibilang sedikit karena adanya tambahan yakin di dalamnya. Hadits yang menyatakan bahwa Isa tinggal selama 40 tahun itulah hadits mutsbit (yang menyatakan secara tegas), tentu saja ini yang mesti didahulukan.” [Lawami’ul Anwar Al Bahiyyah, 2/99. Dinukil dari Asyrotus Saa’ah, Asyrothus Saa’ah, ‘Abdullah bin Sulaiman Al Ghofili, hal. 155, Mawqi’ Al Islam] Dari sini pendapat yang lebih tepat adalah riwayat yang menyatakan bahwa setelah Isa turun ia akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun karena riwayat ini yang lebih banyak sebagaimana diisyaratkan tadi oleh As Safarini. Namun boleh jadi 40 tahun seakan-akan dirasakan begitu cepat seperti tujuh tahun. [ Asyrotus Saa’ah, 155] Apa yang akan dilakukan nabi Isa di Bumi Sebagaimana nanti dijelaskan tersendiri bahwa di antara misi Nabi Isa ‘alaihis salam ketika turun di muka bumi adalah memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj. Beliau bersama sahabatnya akan memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, kaum yang jumlahnya amat banyak dan terkenal amat rakus. Disebutkan dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang amat panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah mengirim Ya'juj dan Ma'juj, 'Dari segala penjuru mereka datang dengan cepat.” (Al Anbiyaa : 96). Lalu yang terdepan melintasi danau Thabari dan minum kemudian yang belakang melintasi, mereka berkata: 'Tadi disini ada airnya.' nabi Allah Isa dan para sahabatnya dikepung hingga kepala kerbau milik salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian saat ini, lalu nabi Allah Isa dan para sahabatnya menginginkan Allah mengirimkan cacing di leher mereka lalu mereka mati seperti matinya satu jiwa, lalu 'Isa dan para sahabatnya datang, tidak ada satu sejengkal tempat pun melainkan telah dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk darah mereka. Lalu Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah lalu Allah mengirim burung seperti leher unta. Burung itu membawa mereka dan melemparkan mereka seperti yang dikehendaki Allah, lalu Allah mengirim hujan kepada mereka, tidak ada rumah dari bulu atau rumah dari tanah yang menghalangi turunnya hujan, hujan itu membasahi bumi hingga dan meninggalkan genangan dimana-mana. Allah memberkahi kesuburannya hingga hingga sekelompok manusia cukup dengan unta perahan, satu kabilah cukup dengan sapi perahan dan beberapa kerabat mencukupkan diri dengan kambing perahan. Saat mereka seperti itu, tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi-sepoi lalu mencabut nyawa setiap orang mu`min dan muslim di bawah ketiak mereka, dan orang-orang yang tersisa adalah manusia-manusia buruk, mereka melakukan hubungan badan secara tenang-terangan seperti keledai kawin. Maka atas mereka itulah kiamat terjadi.” (HR. Muslim no. 2937) Intinya, misi Isa bin Maryam ketika turun ke muka bumi sebagaimana diterangkan dalam berbagai hadits adalah: membunuh Dajjal, menghancurkan salib-salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah atau upeti (cuma ada satu pilihan yaitu masuk Islam), menghancurkan agama selain Islam dan yang tersisa di muka bumi hanyalah Islam, memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, serta menjadi imam dan hakim yang adil dengan menegakkan syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hikmah Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman Sebagai bantahan bagi Yahudi yang mengklaim bahwa mereka telah membunuh Isa bin Maryam. Sungguh Allah akan mengungkap kedustaan mereka. Isa nantinya yang akan membunuh mereka dan membunuh pemimpin mereka, yaitu Dajjal. Isa bin Maryam telah menemukan dalam Injil mengenai keutamaan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, “Dan sifat-sifat mereka (para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya” (QS. Al Fath: 29). Dari sini, Nabi Isa memohon kepada Allah agar menjadi bagian dari mereka (para sahabat). Allah pun mengabulkan do’anya. Allah membiarkan beliau hidup hingga akhir zaman. Beliau pun akan menjadi pengikut Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Dajjal muncul, beliau pun yang menumpasnya. Turunnya Isa dari langit semakin dekat dengan ajal beliau. Beliau pun akan dimakamkan di muka bumi. Oleh karena itu, ini menunjukkan bahwa tidak ada makhluk yang terbuat dari tanah yang mati di tempat lain selain bumi. Turunnya Nabi Isa juga adalah untuk membungkam Nashoro. Sungguh Allah akan membinasakan berbagai agama di masa Isa turun kecuali satu agama saja yang tersisa yaitu Islam. Isa pun akan menghancurkan salib-salib, membunuh babi dan menghapuskan jizyah (artinya tidak ada pilihan jizyah, yang ada hanyalah pilihan untuk masuk Islam). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Aku orang yang paling dekat dengan 'Isa bin Maryam 'alaihis salam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu” (HR. Bukhari no. 3443 dan Muslim no. 2365, dari Abu Hurairah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang terspesial dan yang paling dekat dengan beliau. Isa bin Maryam sendiri telah memberi kabar gembira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan datang setelah beliau. Beliau pun mengajak umatnya untuk membenarkan dan beriman terhadap hal itu. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." (QS. Ash Shaff: 6) [ Asyrotus Saa’ah, 161-162]