AJARAN YANG DIBAWA

Disebutkan dalam Al Qur’an : … dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu (Isa) Menulis (kitab), Hikmah, Taurat dan Injil,….. (Al Maidah 5 : 110) Sebagian ulama berpendapat bahwa arti kitab disini adalah sangat penting, karena ketika memeriksa ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an dapat dilihat bahwa istilah lain “kitab” merujuk pada Al Qur’an karena Al Qur’an mempunyai banyak sebutan seperti Al Furqon, Al Bayan, Al Kitab, dll. Sehingga dapat diartikan bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang akan diajarkan Allah kepada Isa as. Namun ini hanya mungkin, jika Isa kembali ke bumi, sebab beliau hidup 600 tahun sebelum Al-Qur’an turun. Jadi tak mungkin bagi beliau mempelajari Al-Qur’an dalam masa hidupnya dulu. Ayat ini mengungkapkan bahwa Allah akan mengajari Isa menulis (kitab), hikmah, taurat dan injil. Dan seharusnya Isa pun juga akan mengajarkannya kepada umatnya. Dan ajaran tersebut adalah menulis (kitab), hikmah, taurat dan injil. Jika Kitab diartikan Al-Qur’an maka sudah jelas bahwa Al-Qur’an belum diajarkan Isa as kepada umatnya, sedangkan kitab hikmah, taurat dan injil telah diajarkan Isa as kepada umatnya. Sedangkan sifat dari mu’jizat adalah membekas (ada bekasnya), maka karena Al-Qur’an belum diajarkan Isa as, arti kata Kitab dalam ayat ini adalah menulis, sehingga apa yang Isa as tulis yaitu hikmah, taurat dan injil bekasnya nyata keberadaannya. Dan tiga kitab inilah yang telah diajarkan Isa as kepada umatnya. Isa diajarkan menulis kitab Injil, sebagai petunjuk dan cahaya untuk menjadi pegangan bani Israil. Di dalam kitab tersebut terdapat perintah kepada bani Israil untuk menyembah Allah dengan mentaati syariat baru bagi mereka di dalam Injil. Dalam kitab Taurat yang menjadi syariat lama bagi bani Israil, Isa membenarkan yang diturunkan itu sebelumnya dan tentunya ia mengajarkan Taurat dengan meluruskan hal-hal yang telah diselewengkan bani Israil dalam kitab Taurat pada saat sebelumnya. Dua firman Allah menjelaskannya di sini, berbunyi: Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maidah 5 : 46) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau yang menarik jiwaku (tawaffa-itani), Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al Maidah : 117) Isa juga diajarkan menulis kitab Hikmah, yaitu suatu kitab yang menerangkan tentang tanda-tanda dan peristiwa menjelang hari kiamat sebagai petunjuk agar manusia terhindarkan dari tipu daya setan yang nyata (lahiriah) yaitu dajjal yang akan memalingkan manusia dari Allah SWT di akhir zaman. Sebenarnya kitab ini juga disampaikan kepada bani Israil, tetapi arti bani Israil ini bukanlah dalam artian sempit seperti diartikan bani Israil yang selama ini dipahami banyak orang merujuk kepada suatu golongan manusia yang tinggal di negara Israel. Justru orang-orang yang menetap di kawasan palestina yang direbut dan diakui sebagai negara israel adalah bani Israil palsu. Bani Israil yang sebenarnya adalah anak cucu (keturunan) dari Ya’kub as yang pada masa sebelum Masehi telah menyebar di seluruh kawasan Asia, bercampur dan berkembang dengan suku-suku lain di Asia hingga pada saat ini keberadaannya tersamarkan sampai pada saatnya nanti ketika Isa as turun ke bumi, maka bani israil ini akan muncul ke permukaan dan Isa as menjelaskan hal-hal yang selama berabad-abad ini diperselisihkan, seperti halnya diterangkan dalan ayat berikut : 61. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. 62. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 63. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku. (Az Zukhruf : 61-63) Jelas bahwa kata “ia” dalam ayat ini merujuk ke Isa as, sebab ayat-ayat sebelumnya juga berbicara tentang Isa as dan menggunakan kata “hu” untuk merujuknya. Kita dapat mengatakan bahwa ayat ini petunjuk nyata bahwa Isa akan kembali ke bumi di akhir zaman, sebab Isa hidup kira-kira 6 abad sebelum diturunkannya Al-Qur’an maka kita tidak dapat menafsirkan kedatangan pertamanya sebagai tanda hari kiamat. Jadi dapat disimpulkan makna ayat ini adalah bahwa Isa akan kembali ke bumi di akhir zaman yakni masa terakhir sebelum hari kiamat. Maka dalam ayat selanjutnya pun, yaitu pada ayat 62 dan 63 juga mengkabarkan kejadian di akhir zaman yaitu tentang setan yang nyata seperti disebut dalam hadis nabi adalah Dajjal yang akan menipu manusia agar tidak mengikuti Isa as, karena Isa as akan membawa keterangan yang benar di akhir zaman dengan mengatakan “Qot ji’tukum bil hikmah” berarti “aku telah datang kepadamu (manusia) dengan membawa Hikmah”. Kata “Hikmah” dalam ayat ini ada yang mengartikan “kenabian, injil dan hukum”, jika artinya demikian maka tidak akan menjawab bahwa hikmah tersebut akan menjelaskan perselisihan yang terjadi selama berabad-abad ini. Tetapi akan lebih tepat jika diartiakan Hikmah adalah suatu kitab tersendiri yang ditulis oleh Isa dengan maksud untuk menerangkan perselisihan di akhir zaman, dan kitab tersebut dinamakan Hikmah karena isi dari kitab tersebut berupa cerita yang banyak mengandung hikmah yang dapat diteladani umat manusia, mulai dari kitab tersebut ditulis sampai kitab tersebut akan dijabarkan oleh Isa as sendiri di akhir zaman sebagai penjelasan apa yang selama ini diperselisihkan umat manusia.