Diceritakan dalam injil Barnabas pada pasal 8 bahwa Herodes sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Majusi yang mencari Raja Yahudi yang baru lahir di Bethlehem, karena ia membenci kelahiran tersebut yang akan menjadikan kekuasaannya tergeser maka ia mengeluarkan perintah untuk membunuh semua anak-anak yang baru lahir di Bethlehem. Ketika Yusuf sedang tidur, ia bermimpi bahwa malaikat menyuruh Yusuf untuk membawa Isa dan Maryam pergi ke Mesir karena Herodes hendak membunuhnya. Menurut hukum Yahudi, semua anak laki-laki wajib disunat sebagaimana Lukas menyebutkan : Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2 : 21) Dan pada kelahiran pertama dari anak laki-laki agar diterima secara ritual ke dalam komunitas Yahudi melalui sebuah upacara purba bernama “Penebusan Anak” (pidyon ha-ben). Hal ini diterangkan dalam Al Kitab yang berbunyi : 1. Tuhan berkata kepada Musa, 2. "Persembahkanlah semua anak laki-laki yang sulung kepada-Ku. Setiap anak laki-laki sulung Israel, dan setiap ternak jantan yang pertama lahir. adalah milik-Ku." (Exodus 13 : 1-2) Maksud dari persembahan tersebut adalah orang tua membayarkan lima syikal perak kepada imam sebagai bagian dari upacara yang membebaskan anak dari kematian. Upacara ini dilaksanakan 30 hari setelah kelahiran. Dan ketika anak berusia 40 hari ada kewajiban lain yang harus dipenuhi oleh ibu dari setiap anak, baik kelahiran pertama atau selanjutnya dengan membawa anak ke Baitulllah dan ibu memberikan seekor domba, sebagai korban bakaran dan seekor merpati sebagai korban penghapus dosa kepada imam yang bertugas. Jika tidak mampu untuk menyediakan persembahan domba maka dapat ditukar dengan dua ekor (sepasang) burung tekukur atau dua anak burung merpati, hal ini diterangkan dalam injil Lukas 2 : 24. Dalam perihal ritual sunat dan persembahan domba di atas, dapat dilihat hal ini adalah hukum yahudi yang pangkalnya adalah seperti halnya diajarkan oleh Ibrahim as. Hal ini dapat menjadi kemungkinan bahwa syari’at yang dibawa nabi Ibrahim kepada anak cucunya sampai kepada Isa telah bergeser sedemikian rupa dengan berbagai penafsiran yang telah jauh dari pangkalnya. Untuk itu Isa as pun juga membenarkan dan meluruskan syariat yang telah di perintahkan mulai pada zaman Ibrahim as, begitu pula dengan Muhammad SAW mengenai ritual ini disyariatkan sunat dan aqiqoh yang diwajibkan bagi umat islam sebagai pemurnian dari ajaran Ibrahim as. Matius menjelaskan Yusuf dan Maryam tinggal di sebuah rumah di Bethlehem, menerima kunjungan Orang majusi dari timur yang member hadiah-hadiah mahal kepada anak yang baru dilahirkan Maryam, serta menghormati sebagai Raja Orang Yahudi. Kemudian mereka bepergian ke Mesir untuk menghindari angkara murka Herodes yang membantai semua anak di tanah Yudea yang berumur dibawah dua tahun, dan kembali ke Nasaret setelah kematian Herodes. Menurut Dr. syauqi Abu Khalil dalam bukunya Atlas Al Quran pada pembahasan mengenai Isa Alaihissalam, ia menerangkan dalam sebuah peta tentang perjalanan kehidupan Isa bermula dari kelahiran di Bethlehem menuju Nasaret, lalu menuju Gaza, lalu menuju el-Arish, lalu menuju Farma, lalu menuju Heliopolis (Kairo), kemudian kembali ke Nasharet, ia juga mengatakan : Bersama ibundanya yang suci dan taat beribadah, Isa hidup di an-Nashiroh (Nasaret). Disebutkan, dia pernah melakukan perjalanan dengan ibundanya dan Yusuf, seorang tukang kayu, ke Mesir (Ainusy Syams). Tempat tinggal mereka yang penuh berkah terletak di pinggiran kota al-Mathariyyah (Syajarotul Adzra/pohon perawan). Kemudian keluarganya kembali ke Nasyiroh. Dari beberapa catatan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah Isa as lahir di Bathtlehem ada kunjungan orang majusi memberikan hadiah, setelah umur 8 hari Isa as disunat, setelah umur 30 hari Maryam membayarkan lima syikal perak kepada imam, setelah umur 40 hari Maryam membawa Isa as ke Yesusalem untuk ritual pengorbanan dua ekor burung tekukur atau dua anak burung merpati, kemudian pulang ke Nasaret. Ketika sampai di Nasaret, tetangga Maryam tidak terima karena ia telah melahirkan anak tanpa bapak sehingga Isa yang masih dalam ayunan sendiri menerangkan ke-nabiannya, kemungkinan Yusuf tidak bersama Maryam di Naseret pada waktu itu. Kemudian setelah Yusuf mengetahui kabar tentang pembantaian bayi di Bethelhem dan tanah Yudea oleh Herodes yang takut karena anak yang telah lahir akan menuntut hak sebagai pewaris tahta Daut sebagai Raja Orang yahudi yang sah, ia memutuskan membawa pergi Maryam dan Isa ke Mesir.. Setelah Herodes meninggal kemudian mereka kembali ke nasaret. Setelah Herodes meninggal kekuasaan digantikan oleh anaknya yang bernama Herodes Antipas. Ia membangun Sapforis sebagai ibukotanya yang megah. Pembangunan ini dilakukan setelah penghancuran keji yang terjadi pada tahun 4 SM sebagai hukuman bagi orang-orang yang terlibat dalam pemberontakan yang meletup tak lama setelah kematian ayahnya. Dikisahkan dalam Injil Thomas yang ditemukan pada 1945 di Nag Hammadi (Naja’ Hammadi), daratan tinggi Mesir. Ketika Yesus pada usia 5 tahun membuat 12 burung-burungan dari tanah liat pada hari Sabat. Ketika orang Yahudi dan ayahnya menegur Dia karena telah melanggar Sabat, ia menepukkan kedua telapak tangan-Nya dan berseru kepada burung-burungan tersebut “pergi!”. Seketika itu juga, burung-burungan tersebut menjadi burung sesungguhnya. Dikisahkan dalam Injil Arabik ketika keluarga Yusuf-Maria kembali dari Mesir. Ketika mereka ada di kota Bethlehem, seorang ibu membawa anaknya yang sakit kepada Maria yang waktu itu sedang memandikan Yesus. Maria memerintahkan ibu itu untuk mengambil sedikit air bekas air mandi Yesus dan memercikkannya ke tubuh anaknya yang sakit. Setelah ia melakukan ini anaknya bebas dari penyakit dan sehat kembali. Dalam Al kitab dijelaskan Maryam menikah dengan Yusuf si tukang kayu. Yusuf jauh lebih tua ketika mereka menikah dan besar kemungkinan ia meninggal ketika Isa memasuki usia remaja. Di umur 30 tahun, dan setelah kembali ke Nasaret, banyak orang mempertanyakan tentang Isa dan dijelaskan bahwa ia mempunyai saudara kandung sebagaimana Matius mencatat sebagai berikut : Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita?" (Matius 13 : 55-56) Anak Yusuf si tukang kayu yang disebut adalah Yakobus, Yusuf (Yoses), Simon dan Yudas. Dan beberapa anak perempuan yang telah bersama mereka. Ada kemungkinan bahwa Yusuf meninggal tanpa memiliki keturunan langsung, dan ayah dari keenam anak tersebut adalah Klopas yaitu saudara kandung Yusuf. Dalam ajaran leluhur tradisi Yudaisme ada istilah levirate berasal dari kata latin levir yang berarti saudara laki-laki suami. Jika saudara laki-laki yang meninggal tanpa punya anak sama sekali atau tidak memiliki anak laki-laki sebagai pewarisnya maka saudara laki-laki yang belum menikah wajib menikahi janda saudaranya (kakak atau adik) untuk melanjutkan dan melangsungkan keturunan atas nama saudaranya. Jika diperhatikan kalimat “saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita” dalam ayat diatas ada kemungkinan keduanya telah menikah sehingga kedua saudara perempuan Isa telah hidup bersama keluarga lain (bukan keluarga Maryam). Sehingga dapat diperkirakan bahwa ketika Isa kembali ke Nasaret pada umur 30 tahun, ia mempunyai 6 orang adik kandung yang berayah Yusuf dan Klopas. Jika diasumsikan antara Isa dengan ke enam adiknya berjarak kelahiran 3 tahun akan didapatkan Purta Maryam pertama (Isa) berusia 30 tahun, nomor dua berusia 27 tahun, nomor tiga berusia 24 tahun, nomor empat berusia 21 tahun, nomor lima berusia 18 tahun, nomor enam berusia 15 tahun, nomor tujuh berusia 12 tahun. Disebutkan diatas bahwa kedua saudara perempuan Isa telah menikah, maka posisi mereka ada di nomor urut saudara antara 2 sampai 4, karena nomor empat berusia 21 tahun yang berarti sudah cukup layak untuk menikah. Jadi Yakobus (anak tertua dari keempat saudara laki-laki) dan kedua saudara perempuan Isa menempati urutan antara 2 sampai 4 dari keenam saudara Isa. Setelah keluarga Maryam kembali ke Nasaret, Isa berlaku sebagai guru terhadap saudara-saudaranya, teman-teman sebayanya. Ia mengajarkan semua tidak diketahui mereka. Semua saudara-saudaranya dan temannya menurut dan patuh terhadap ajaran Isa. Ketika Isa sudah berumur 12 tahun, ibunya membawa ke kota Baitul Maqdis (Yerusalem). Ketika Ibunya dalam perjalanan pulang ke Nazareth, sedang Isa tertinggal dikota Baitul Maqdis, kota yang penuh dengan pendeta dan tempat-tempat ibadat, sebagai pusaka dan doa Nabi Ibrahim dahulu. Isa membantah dan bertanyakan apa-apa yang tidak terang atau yang berlawanan dengan pendiriannya padahal para pendeta itu tidak pernah dibantah orang, sehingga telah menjadi adat turun-temurun bagi orang banyak yang hanya mendengar, tunduk dan diam dihadapan mereka. Isa berupaya mengembalikan Bani Israel kepada agama yang benar, kepada syariat Musa as yang sebenar-benarnya. Tetapi Bani Israel yang telah sesat jalannya itu menganggap remeh apa yang dikatakan Isa karena masih kecil. Kisah ini dicatat Lukas dalam ayat berikut : 41. Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49. Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50. Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2 : 41-51) Lukas memuat suatu kisah dimana Yusuf hadir ketika mereka berangkat ke Baitullah. Maka apabila yesus berusia 12 tahun adiknya nomor dua berumur 9 tahun, nomor tiga berumur 6 tahun, nomor empat berumur 3 tahun. Dikisahkan bahwa ketika Isa kembali ke nasaret pada umur 30 tahun, Yusuf (suami maryam) telah meninggal, jika Yusuf meninggal setelah sepulang dari Baitullah, maka ketiga adik Isa selanjutnya (Yusuf/Yoses, Simon dan Yudas) adalah putra dari Klopas (saudara Yusuf) sebagaimana banyak dipertanyakan manusia tentang siapa yang disebutkan dalam Lukas 22 : 28, yaitu seorang yang bernama Klopas lain bukan orang yang sama dengan Klopas (saudara Yusuf) yang kebetulan mempunyai istri bernama Maryam. Dalam bahasa yunani pun kedua nama ini tidaklah sama. Jadi ada kemungkinan ketiga anak terakhir adalah purta Klopas atau anak terakhir yaitu Simon saja purta Klopas. Dari berbagai kisah diatas, mengenai mu’jizat Isa as yang disebutkan dalam Al Qur’an dapat berbicara di waktu kecil, besar kemungkinan tidak hanya ketika masih dalam ayunan. Tetapi cerita tentang perdebatan dengan imam di baitullah pun dan berbagai percakapan yang luar biasa tersebut dapat dikatagorikan Mu’jizat, karena mu’jizat adalah suatu hal yang di luar kebiasaaan. Maka dengan ini memungkinkan juga terjadi pembicaraan- pembicaraan Isa yang luar biasa di waktu kecilnya selain yang telah dicatat seperti kisah-kisah diatas, maka kami mengnyimpulkan Mu’jizat ini berlaku selama masa ia kecil secara penuh yaitu mulai usia 1 hari sampai 12 tahun.