Dimasa kelahiran Isa as ke dunia, Yerusalem berada di bawah kekuasaan penindas kekaisaran Romawi. Berbagai aliran muncul dalam masyarakat Yahudi yang menafsirkan agama mereka secara berbeda-beda. Kebanyakan orang telah berpaling dari agama sejati yang diturunkan Allah kepada Musa as dan perilaku takhayul serta kepercayaan sesat merebak di masyarakat. Lebih lagi budaya penyembah berhala Yunani mulai menampakkan pengaruhnya. Sehingga masa turunnya Isa As adalah masa bani Israil sedang mengalamui kesulitan-kesulitan besar politik, ekonomi dan sosial. Di satu sisi ada masalah hidup di bawah belenggu Romawi, dan di sisi lain perpecahan diantara berbagai alairan dan kepercayaan. Maka Allah SWT mengutus Isa as kepada kaum Bani Israil dengan kitab Injil sebagai pelengkap dari kitab sebelumnya yaitu Taurat yang dibawa oleh Musa as. Kisah tentang Isa as di dalam Al Qur'an dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, Suku Yudah (Yahudi) keturunan Nabi Daud as, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Nabi Zakariya As, serta kelahiran Nabi Yahya as tiga bulan sesudahnya. Kemudian Al Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa as sebagai anak Maryam tanpa ayah. Maryam adalah seorang yang sangat dimuliakan Allah. Dia memilihnya di atas semua perempuan di semua alam. Dalam Firman-Nya,. “Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Maryam, Allah memilih kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di alam semesta” (Ali Imron 3 : 42). Maryam telah menempuh satu ujian yang amat berat dari Allah. Dia dipilih untuk melahirkan seorang Nabi dengan tanpa disentuh oleh seseorang lelaki. Dia adalah seorang perempuan yang suci yang kehamilannya adalah suatu bentuk proses dalam biologi modern disebut Parthenogenese. Proses Parthenogenese adalah membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia, seperti halnya ada kabar berita beberapa tahun lalu ada seorang bayi perempuan yang baru lahir, setelah beberapa bualan terlihat perut bayi itu semakin membesar, setelah di diagnosa ternyata terdapat bayi didalam rahim bayi yang belum berumur satu tahun. Proses terbentuknya Telur (ovum) dari perempuan tidak memerlukan pertemuan dengan spermatozoa laki-laki untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi. Pada Proses selanjutnya adalah ditiupkan-nya ruh ke dalam janin sang bayi. Proses ini diawali oleh kedatangan Jibril (Ruhul Qudus) menemui Maryam binti Imran, sebagaimana terdapat di dalam keterangan ayat berikut : 16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, 17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. 18. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". 19. Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". 20. Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" 21. Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". 22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (Maryam 19 : 16-22) Ada sebagian orang berpendapat bahwa ruh yang bersemayam di dalam tubuh Isa as adalah malaikat jibril yang disebut Ruhul Qudus, pendapat ini disandarkan oleh sebuah hadis tentang percakapan nabi dengan Jibril sebagai berikut : Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya“. Dan ayat Al Qur’an berikut ini : Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf 43 : 61) Keterangan dari hadis tersebut menyatakan Jibril lebih tahu tentang hari kiamat dari pada Rasulallah SAW dan dari ayat tersebut menyatakan Isa as benar-benar memberitahu hari kiamat. Sekalipun keduanya menjelaskan secara global dan bukan sedetainya karena urusan itu hanya Allah yang tahu tentang kapan datangnya hari kiamat. Dan walaupun keduanya mempunyai kesamaan dalam hal itu, belum tentu keduanya adalah satu zat yang sama. Lalu siapakah Isa as dan siapakah Jibril? Jibril adalah Malaikat pembawa Wahyu, diumpamakan jibril adalah tukang pos, Allah SWT adalah pengirim surat dan Maryam adalah penerima surat. Ketika tukang pos (Jibril) mengirimkan surat kepada penerima surat (Maryam) maka setelah diterima surat tersebut secara otomatis tukang pos tersebut meninggalkan penerima surat (Maryam) dan kembali ke kantor pos untuk menunggu kiriman pos lain dari pengirim (Allah), jika hal ini ditafsifkan tukang pos ikut masuk ke dalam surat maka orang yang menafsirkan demikian adalah termasuk orang yang bodoh. Sehingga setelah maryam menerima surat tersebut dan membukanya jadilah surat tersebut bayi yang dikandungnya yaitu Isa as. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al Qur’an sebagai berikut : Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (An Nisa 4 : 171) Pada kalimat yang dicetak tebal di atas adalah surat yang dikirimkan Jibril kepada Maryam. Dan isi dari surat tersebut adalah Kalimah Allah dan juga merupakan ruh dari Allah sendiri. Dari keterangan ini juga dapat dijelaskan bahwa penciptaan Adam dan Isa adalah penciptaan yang sama, keduanya ditiupkan ruh dari-Nya. Maka pendapat jika Isa adalah jibril tidaklah mungkin Allah menyuruh Jibril dan semua makhluk ciptaan-Nya bersujud kepada Adam yang didalam adam juga telah ditiupkan ruh-Nya. Keterangan ini diambil dari ayat berikut : Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imron 3 : 59) Pendapat Isa adalah jibril juga dapat dibantah dengan keterangan yang menjelaskan tentang kedatangan jibril ketika maryam akan melahirkan Isa as dalam ayat berikut : 23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". 24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (Maryam 19 : 23-24) Berita ini menerangkan bahwa jibril menghibur Maryam yang sedang bersedih hati dengan memberitahukan ada sungai kecil atau mata air di bawah (dekat sekitar) tempat ia akan melahirkan yang tentunya air sangat dibutuhkan pada proses kelahiran. Maka tentulah jibril berada di luar Maryam bukan di dalam kandungan Maryam.